BPD DESA LEREPAKO TUNDING KEPALA DESA MENGELAPKAN DANA DESA TAHAB 2 THN 2019.

oleh

Laeya – KP Lintas sulawesi.com.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lerepako kemarin, kamis ( 19/9/2019) mengadakan rapat dadakan bersama Tokoh masyarakat dan aparat desa berlangsung tertib aman dan lancar.
Rapat yang di pimpin langsung ketua BPD Thomas, Sekertaris Siaman, S.Pd, Sutarman P, anggota Amuria, S.Pd, serta Hendrik ST pendamping lokal desa (PLD).

Hasil keputusan rapat dadakan hari ini hingga memutuskan mempercepat pemilihan pengganti sementara desa Lerepako, Muhammad Amir kepala desa yang masih aktif agar secepatnya di adakan pemilihan dan segera di proses dengan adanya temuan pengelapan Dana desa tahap 2 yang baru di cairkan kemarin tgl (18/9) melalui Bank BPD.

Bukti kuat telah di telusuri dari BPD berdasarkan saldo kas desa pada bendahara desa lerepako tersisa 5 juta dari hasil pencairan pada tgl 18/9/2019 sebesar Tiga ratus delapan puluh juta rupiah, dan dalam hasil penelusuran BPD bahwa Dana – desa ( DD) tahap 2 telah di gunakan kepala desa untuk pembayaran utang piutang pribadi pada orang lain. Ungkap ketua BPD dan anggota di depan forum rapat.

Sehingga kesimpulan dari rapat BPD dan Aparat desa, serta masyarakat desa Lerepako hari ini, memberhentikan kepala desa Lerepako, Muh. Amir secara tidak hormat serta akan di laporkan ke pihak yang berwajib tutur semua anggota BPD dan ketua serta masyarakat yang hadir.

Dalam rincian anggaran dana desa pencairan pada tahap 1 atau tahap pertama 20% tahun 2019, tidak ada progres bahkan gaji aparat desa belum terbayarkan.

Sekarang ini terjadi lagi di pencairan tahap dua 40% tidak ada lagi progres dan gaji aparat desa juga belum terbayarkan, ucap anggota aparat desa.

Ketua BPD Desa Lerepako Thomas dan di dampingi sekertaris dan anggota, sangat menyayangkan atas kejadian ini, mengapa kepala desa Lerepako Muh. Amir bisa berbuat atau menabarak aturan yang telah di sepakati bersama, tandasnya.

Seperti apa yang di sampaikan oleh anggota BPD, kami sudah cukup memberikan pemahaman toleransi selama ini, tapi sepertinya kepala desa Moh. Amir tidak memperdulikan, contohnya rapat BPD hari ini kepala desa tidak hadir padahal telah di sampaikan, dan dirinya seakan akan menyatakan ada urusan lain di luat, sesal Thomas ketua BPD .

Lain halnya pula, dengan penyampaian dari pendamping desa ( PD), Hendrik, dirinya juga angkat bicara dan membenarkan atas kejadian ini, sebenarnya kata Hendrik Pd, masyarakat desa Lerepako ini adalah masyarakat yang paling sabar, ketimbang di desa lain.

Lanjut, Hendrik masyarakat desa Lerepako dianggap cukup sabar atas peristiwa ini, pasalnya masyarakat tidak melaporkan langsung ke pihak ke kejaksaan atau ke polisian, masyarakat sadar dan masih mengingat asas kemanusiaan dan kekeluargaan, hingga masyarakat mengambil kesimpulan dan keputusan melalui rapat BPD, mau dan tidak mau harus di adakan serentak pemilihan sementara pelaksana desa.

Selain dari di adakannya pemilihan sementara kepala desa proses hukum juga akan terus berjalan, sehingga diharapkan akan memberikan efek jerah bagi kepala desa setelah di adakannya lagi pemilihan desa terpilih bulan depan,” teriak warga dalam forum rapat.

Dan atas kejadian ini menurut Hendrik, kepala desa sendiri yang telanjangi dirinya karna kedok dan ulahnya sendiri,bukan masyarakat dan BPD,” pungkasnya.

Dari awak media ini mencoba menghubungi Kepala desa Lerepako Moh. Amir untuk mengklarifikasi terkait dugaan penggelapan dana sesuai hasil rapat BPD, tapi handphone dipegang oleh anaknya, melalui sambungan telepon anaknya mengatakan bahwa ayahnya sudah 2 hari entah kemana tidak pulang ke rumah. (TIM)

 

 

Redaksi : Konsel Pos

Editor    : Muh Rifky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *